Sabtu, 24 Oktober 2009

TES STANFORD BINET

SEJARAH TES STANFORD BINET
• Dipelopori oleh seseorang berkebangsaan Inggris yang bernama Francis Galton (1822-1911). Hasil penelitiannnya menemukan batterey tes pertama yang mengukur tentang perbedaan sensorik dan motorik.
• seorang psikolog amerika James Mc Keen Cattell (1860-1944) bersama Galton terus mempelajari tentang kemampuan mental (kecerdasan tersebut,
yang kemudian pada tahun 1890 diterbitkan tentang jurnal tes modern. Dalam jurnal tersebut Cattell menulis tentang tes mental dan pengukurannya.
• Pengukuran perbedaan individual dimulai oleh usaha-usaha yang dilakukan oleh Francis Galton didalam laboratorium anthropometrik. Didalam laboratorium ini Galton mengukur kemampuan individual dari segi fisiologis.
• Apabila indra seseorang memiliki daya tampung yang tinggi atau peka artinya memiliki taraf kecerdasan tinggi.
Galton dan Cattel membuat 10 macam alat tes yang mengukur aspek-aspek fisiologis, pengindraan dan kecepatan reaksi
1. Tekanan tangan.
2. Kecepatan gerakan tangan.
3. Luas daerah sensasi atau pengindraan pada kulit.
4. Kepekaan terhadap rasa sakit.
5. Kepekaan membedakan berat.
6. Mengukur kecepatan reaksi terhadap suara.
7. Kecepatan mengenal perbedaan warna.
8. Kecermatan untuk membagi panjang benda menjadi bagian yang sama.
9. Menilai jarak paku sepuluh detik.
10. Mengukur pemusatan perhatian dengan cara mengulang huruf yang satu kali diperdengarkan.
• Di Eropa sudah ada usaha pengukuran intelligensi yang sudah mengarah ke fungsi psikologis, disamping fisiologis, seperti yang dilakukan oleh Kraeplin.

• Dinegara Jerman pengukuran inteligensi dipelopori oleh Dehrn, yang mulai membuat tes ingatan dengan simbol-simbol juga melengkapi kalimat-kalimat.
Adapun prinsip-prinsip yang mendasari penyusunan tes Binet adalah :
• Fungsi inteligensi yang utam ada 3 ;
a. untuk menilai,
b. untuk memakai,
c. untuk menalar. Menurut Binet anak yang embisil atau moron kurangdidalam menilai, tetapi untuk tuna rungu & tuna netra tidak.
• Kecerdasan meningkat sesuai prkmbngn usia.
• Kecerdasan dapat diketahui atau diukur dengan menggunakan bbrp macam tugas.
Berangkat dari berbagai konsep Dehrn, Binet membuat skala yang pertama pada tahun 1905, dan diberi nama Binet Binet-Simon, yang terdiri dari 30 aitem selain mengukur kemampuan mental juga mengukur aspek fisiologi, seperti :
• tes koordinasi antara penglihatan dengan gerakan kepala,
• tes mengenai pegangan tangan membawa suatu benda lalu dimasukan kedalam mulut.,
• Tes membedakan objek yang dimakan dan tidak dimakan,
• kemampuan untuk mengikuti instruksi-instruksi yang sederhana dalam bentuk gambar,
• Membandingkan panjang garis,
• Tes mengulang tiga angka,
• kemampuan untuk membuat kalimat dengan kata-kata abstrak,
• menyebut nama-nama benda dalam bentuk gambar.
REVISI BINET
• Pada tahun 1908 tes Binet direvisi lagi. Aitem-aitem ditambah dan rentang usia 3 tahun sampai 13 tahun atau mulai dilakukan penggolongan.
• Kemudian pada tahun 1911 dilakukan revisi lagi, dan mulai digunakan MA, skoring tetap dengan memberi bobot 0 sampai 2 untuk tiap-tiap soal.
REVISI 1916
Setelah dipakai selama lima tahun dilakukan revisi lagi. Revisi 1916 revisi yang paling terkenal yang dilakukan di Univeristas Stanford, sehingga sering disebut Stanford Binet Test, yang dilakukan oleh Lewis Terman dan kawan-kawan. Yang dirubah adalah aitem-aitemnya ditambah 1/3 baru, tes lalu dialih bahasa dari bahasa Perancis ke bahasa Inggris. Sudah dimulai dengan metode-metode cermat, karena dikembangkan aspek psikologis secara cermat.
Didalam tes sudah mulai menggunakan IQ yang diperkenalkan oleh William Stern dengan rumus MA/CA. Sudah ada 90 aitem didalam pendekatan mengukur inteligensi, tidak digunakan lagi cara lama (yang meng-gunakan pengukuran secara terpisah-pisah), tetapi dilakukan terhadap kombinasi dngn sejumlah fungsi-fungsi mental dlm hal penyajian dan skoring sudah dirubah sehingga penyajian sudah secara obyektif. Standardisasi dengan menggunakan sampel yang diambil hati-hati supaya populasinya bisa mewakili.
Adapun revisi 1916 masih mempunyai kelemahan yaitu:
• Validitas pengukuran inteligensi untuk tingkat menengah sangat memuaskan, tetapi untuk tingkat yang rendah yaitu MA 4 tahun dan tingkat dewasa kurang memuaskan.
• Tes Binet terlalu banyak mengukur kemampuan verbal
Revisi thn 1937 oleh Terman dan Meril
• menempatkan satu aitem dalam kelompok tertentu berdasarkan proses tes yang dijawab.
• Hasil tes Binet banyak mengukur kemampuan verbal.
• Pada skala 37 diciptakan tes yang paralel antara lain bentuk L dan bentuk M atau form L and form M. hal itu dilakukan dngn tujuan utk mengurangi familiar aitem-aitem tes tersebut. Jmlh masing-masing bentuk adlh 129 aitem termasuk aitem pengganti. Mulai ada dewasa rata-rata, dewasa superior I & dewasa superior II. Mulai umur 2 thn, krn sebelum 2 thn anak cepat berubah.
Revisi tahun 1960-sekarang
• Perubahan materi yang nampak digabung menjadi satu antara form L&M. aitem-aitem dalam tes Binet dari L&M dapat digunakan dengan baik atau praktis dan objektif.
• ciri-ciri revisi1960 adalah sebagai berikut:
– Mempersoalkan bentuk L&M. prosedur ini dilakukan dengan cara menghindari pengulangan aitem-aitem yg digunakan dngn mengamati jmlh aitem pd setiap usia.
– Digunakan bentuk-bentuk alternatif yang lebih sedikit dibanding skala 1937.
Perubahan-perubahan yang pokok menyangkut : Perubahan-perubahan yang pokok menyangkut :
• Isi: menghapus aitem-aitem yg kurang memuaskan, menempatkan aitem-aitem yg baik menurut kesulitan menyesuaikan skoring pd penempatan.
• STRUKTUR, diketahui bhw kelemahan tes 1937 adl pd struktur yg sedemikian rupa shg rerata pd setiap IQ bervariasi diatas 100, pdhl setiap rerata hrs 100. Krn hal tsbt disebabkan krn tingkat kesulitan aitem ditentukan bardasarkan persentasi subjek dpt menjawab aitem tsbt.
Akan tetapi kenyataannya tdk, krn variasi persen pd aitem-aitem soal pd usia rendah cenderung lbh tinggi. Tetapi pd usia tinggi aitem cenderung lbh rendah. Pd skala 1960 lbh baik dr skala 1937.
• ISI TABEL, direvisi dgn diperluas hingga usia 17 & 18 thn. Nampaknya perubahan berdasarkan pd penelitian bhw perkembangan kemampuan mental IQ yg diukur dgn standar Binet msh mengalami kenaikan 1 thn stlh 16 thn. Agar IQ yg diperoleh pd tingkat usia dpt dibandingkan dgn tkt IQ pd usia lain dr perubahan tabel IQ
Perubahan Tabel IQ
• IQ pada setiap tingkat usia dapat dibandingkan satu dengan yang lain.
• IQ seseorang tanpa memperhatikan kesalahan pengukuran disa dianggap, tetapi kecerdasan ada perubahan.
• Selisih IQ pada setiap tingkat usia mempunyai arti yang sama apabila jarak atau selisih angka sama
Prosedur testing individual
• seorang tester dituntut mahir, trampil dalam menggunakan alat tes dlm penyajian dan penyekoran (krn rumit) maka seorang tester hrs pengalaman dgn alat tes. Apabila ragu-ragu akan mempengaruhi hasil tes terutama rapport (hubungan baik antara tester & testee), shg testee mau berusaha semaksimal mungkin dlm mengerjakan tes.
• harus disesuaikan dengan buku petunjuk atau manual alat tes, yg biasa dsbt buku pegangan. Sedikit perubahan akan mempengaruhi hsl tes.
Tugas Tester
• Mengevaluasi apa yang dilakukan subjek tertentu pada kondisi yang telah ditentukan.
• penyekoran tes Stnford Binet harus diskor selama penyajian, sedangkan konsultasi dengan kunci penyekoran setelah selesai penyekoran.
Mempertahankan validitas dalam penyajian tes ini ada 3 hal penting yang harus diperhatikan :
1. Prosedur baku harus diikuti.
2. Tercipta dan terpeliharanya hubungan baik agar testee mengusahakan semaksimal mungkin.
3. Penyekoranresponyang tepat. Agar mampu bekerja efisien dan spontan harus banyak latihan. Apabila salah satu tipe soal terjadi penolakan dilewati, setelah selesai diulangi.
prinsip umum dalam pelaksanaan tes, yaitu :
• Seorang tester boleh mengulangi pertanyaan lebih dari satu kali,tapi sedapat mungkin pertanyaan tersebut jangan diulangi.
• Apabila testee tidak mengerti pertanyaan yang diajukan, maka tester bisa menjelaskan bagian terpenting dari pertanyaan tersebut.
• Untuk tes ingatan tidak perlu diulang.
• Suatu perkecualian apabila jwbn subjek salah mengerti yg disebabkan oleh ucapan testee kurang jelas atau pendengaran subjek kurang baik, maka pertanyaan bisa diulang.
• Apabila jwbn yg diberikan meragukan dlm penyajian tes, mk perlu dilakukan inquiry atau meminta penjelasan lbh lnjt dr jwbn yg diberikan olh testee.
• Skor (+) hny apabila subjek tahu arti standard atau baku, walaupun jwbn lain mgkn betul.
RAPPOR
CARA MEMELIHARA RAPPOR
• Seorang tester diharapkan mencurahkan sebgaian besar perhatian pada testee, agar tstee merasa enak. Tanpa kerjasama dari testee sulit mendapatkan hasil yang valid
• Untuk mendapatkan rappor yang baik tergantung pada anak. Tegur-sapa yang baik, tidak canggung melihat orang yang 1 kali dikenal. Ada beberpa cara yang halus dan baik:
– Dengan senyum dan pengertian.
– Ucapan penghargaan setelah testing selesai.
– Seorang tester tidak boleh menunjukan rasa ketidak-puasan terhadap testee.
– Jangan dibiasakan seorang tester mendapat jawaban yang mendorong-dorong.
APA FUNGSI BASAL & CEILING
• Untuk mendapatkan perhitungan MA harus diketahui basal & ceiling dulu.
• BASAL > Suatu tingkat umur dimana semua tingkat tes itu lulus tepat sebelum umur dimana kegagalan pertama terjadi.
• CEILING > Suatu tingkat umur dimana testee tidak bisa mengerjakan semua tes yang diberikan.
PENGHITUNGAN MA
• Didapatkan dengan dengan menghitung umur basal ditambah kredit bulan yang diperoleh tingkat-tingkat umur diatasnya termasuk kredit bulan pada dimana tes itu gagal - tingkat umur gagal.
• Dalam pemberian kredit bulan yaitu pada tingkat dibawah 5 tahun dikelompokan menjadi interval setengah tahunan, jadi untuk 5 tahun kebawahkredit bulan1 bulan, untuk 5 tahun keatas diberi kredit bulan, 2 bulan.
• Jika tidak ketemu basal diganti dengan tes lain.

CONTOH : CA , 3 TAHUN 4 BULAN
CULTURE FAIR INTELIGENCE SCALE (CFIT)
• CFIT oleh Raymond B. Cattel & A. Karen S., serta sejumlah staf peneliti dr Institute of Personality and Ability Testing (IPAT) Illinois University, Cahmpaign, USA thn 1945.
• Tes ini terdiri dr 3 skala yg disusun dlm Form A dan Form B, scr paralel. Pd thn 1975 Fak. Psikologi UI kedua bentuk itu utk skala 2 & 3 sudah mulai diterbitkan. Cara penyajiannya klasikal/massal bagi subjek usia 13 thn sampai usia dewasa.
• Tujuan tes ini untuk mengukur kemampuan umum atau general ability (G Factor).
• Menurut Teori kemampuan Cattel, tes CFIT ini adl utk mengukur Fluid Ability, yaitu kemampuan kognitif seseorang yg bersifat herediter. Kemampuan ini selanjutnya dalam perkembangan individu mempengaruhi kemampuan kognitif lainnya yg dsbt Cristalized Ability, yaitu mrpkn kemampuan kognitif yg diperoleh didalam interaksi seseorang dgn lingkungan disekitarnya.
• Atas dasar pengertian diatas, maka penyajian tes CFIT akan lebih lengkap apabila disertai pula dengan penggunaan testestes inteligensi umum lainnya yang mengukur Cristalized AbilityCristalized Ability, seperti, misalnya Tes Inteligensi Umum 69 (TINTUM 69) atau tintum bentuk A atau bentuk B.

CULTURE FAIR INTELIGENCE SCALE (CFIT
• Nama Indonesia :
– Tes“G”skala2A (A7A).
– Tes“G”skala2B (A7B).
– Tes“G”skala3A.
– Tes“G”skala3B.
• Bentuk yang tersedia;
– Buku soal dan lembar jawaban yang terpisah.
Penyajian
• Individual maupun klasikal klasikal. Perlu observer utk jumlah testee lebih dr 25 orang.
• Waktu penyajian utk seluruhnya pd stiap bentuk sekitar 20-40 mnt, tergantung daya pemahaman testee. Perincian waktu sbg berikut:
• Sub tes 1. seri : 3 menit
• Sub tes 2. Klasifikasi : 3 menit
• Sub tes 3. Matriks : 3 menit
• Sub tes 4. Persyaratan : 3 menit
• Skala II untuk anak-anak usia 8-14 tahun dan untuk orang dewasa yang memiliki kecerdasan lemah.
• Skala III untuk usia sekolah lanjutan atas dan orang dewasa dengan kecerdasan tinggi.
Pada tahun 1949 wechsler menerbitkan skala inteligensi untuk anak-anak, yang dikembangkan berdasarkan isi skala W-B. skala ini diberi nama Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC
Wechsler menempatkan kembali formula yang sudah biasa dipakai :



Mental age
IQ =
Chronological age

WECHSLER ADULT INTELLIGENCE SCALE REVISED (WAIS-R)
Sebagaimana versi WAIS lainnya, WAIS-R terdiri dari skala verbal dan skala performansi. Kedua skala tersebut masing-masing menghasilkan IQ verbal dan IQ performansi, sedangkan kombinasi keduanya menjadi dasar untuk perhitungan IQ deviasi sebagai IQ keseluruhan. Adapun subtes dalam WAIS-R versi 1981
SKALA VERBAL
1. Information (Informasi).
2. Digit span (Rentang Angka).
3. Vocabulary ( Kosakata).
4. Arithmetic (Hitungan).
5. Comprehension (Pemahaman).
6. Similirities (Kesamaan) SKALA PERFORMANSI
1. Picture Completion (Kelengkapan Gambar).
2. Picture Arrangement (Susunan Gambar).
3. Block Design (Rancangan Balok).
4. Object Assembly (Perakitan Objek).
5. Digit Symbol (Simbol Angka).
1. Rentang Angka
Berupa rangkaian angka-angka yang terdiri atas 3 sampai dengan 9 angka yang disebutkan secara lisan den kemudian subjek diminta mengulang menyebutkannya dalam urutan yang benar. Pada bagian kedua subtes ini pemberi tes menyebutkan rangkaian angka yang lain dan subjek diminta mengulang dalam urutan terbalik.
2. Kosa Kata
Berisi 40 kata-kata yang disajikan dari yang paling mudah didefinisikan sampai kepadaa yang paling sulit. Pemberi tes menyebutkan secara lisan kata yang disajikan pada kartu kecil dan subjek diminta memberikan artinya.
3. Hitungan
Berupa masalah hitungan yang setaraf dengan soal hitungan di sekolah dasar, karena itu sedikt sekali memerlukan kecakapan menghitung yang rumit. Empat belas soal hitungan diberikan secara lisaan dan harus dijawab oleh subjek secara lisan juga.
4. Pemahaman
5. Kesamaan
Berupa 13 soal yang menghendaki subjek untuk menyatakan pada hal apakah dua benda atau makhluk memiliki kesamaan.
Untuk skala Performansi, penjelasan isi setiap subtesnya adalah sebagai berikut :
1. Kelengkapan Gambar
Berupa 21 kartu yang masing-masing berisi gambar. Pada setiap gambar terdapat bagian penting yang sengaja dihilangkan. Subjek diminta untuk menyebutkan bagian yang hilang tersebut.
2. Susunan Gambar
Berupa delapan seri cerita gambar yang masing-masing terdiri atas beberapa kartu yang disajikan dalam urutan tidak teratur. Subjek

4 komentar:

  1. Bisa posting tentang test CFIT lebih detail? seperti sejarah awalnya, kelebihan kekurangannya dibanding tes intelegensi lain, administrasi dan skoring , contoh sub itemnya mungkin, jenis test dll secara detail? kebetulan, sedang ada tugas mencari info ttg tes tersebut. Bila ada waktu, bisakah post segera ? terima kasih sebelumnya atas perhatiannya.

    BalasHapus
  2. tes binet masuk ke keompok tes Maximum performance ga?

    BalasHapus
  3. kok ini gak ada referensi nya? apa common sense doank ya? atau plagiat?
    terimakasih.

    BalasHapus
  4. bisa di sertakan gambar2 dari tes stanford bined itu sendiri.......
    masalahnya kan ada tes2 standford bined yang untuk umur 2,6 tahun, 3 tahun dst......

    BalasHapus

apapun komentar anda akan saya terima dengan kebesaran hati.....